expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass' oncontextmenu='return false' onmousedown='return false' onselectstart='return false'>

Laman

SEKEDAR BERBAGI INFORMASI DAN PENGETAHUAN

Rabu, Agustus 18, 2010

Kenapa Komputer Harus di Shutdown? Ini alasannya.

Bila kita terlalu sering mematikan komputer dengan cara mematikan hubungan listrik ke komputer tanpa melakukan proses Shutdown, ada beberapa kendala yang akan terjadi :


1. Pada saat proses shutdown komputer akan meregistrasi ulang komponen komputer yang terpakai (digunakan) dan software serta data yang dipakai atau yang di delete. Kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka komponen atau software serta data yang digunakan tidak dapat disimpan kedalam registrasi, sehingga bila terjadi masalah pada komputer maka komputer tidak dapat mengadakan system recofery berdasarkan tanggal atau waktu yang di tetapkan. 


2. Pada saat proses shutdown, processor memberikan perintah kepada bios untuk menghentikan segala pekerjaan2 komponen peralatan, sehingga arus atau daya yang terpakai diputus secara normal, tapi kalau kita mematikan langsung maka komponen komputer secara mendadak mati tanpa pemutusan arus secara normal sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan pada komponen komputer.

3. Pada saat proses shutdown fan komputer akan bekerja duakali lebih cepat untuk proses pendinginan processor, kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka pendinginan processor tidak bekerja secara normal maka lama-kelamaan processor bisa rusak. 

4. Pada saat proses shutdown system memory akan dikosongkan, sehingga pada saat komputer dipakai lagi maka memory sudah benar-benar dalam keadaan refresh, kalau kita mematikan komputer secara langsung maka besar kemungkinan memory bisa rusak.

5. Pada saat proses shutdown hardisk bekerja untuk menyimpan data yang diperintahkan processor serta menyalin data komponen serta software kedalam registrasi komputer, kemudian head hardisk akan kembali keposisi awal (keposisi tidak membaca hardisk), kalau kita mematikan komputer secara langsung maka selain data komponen dan software tidak tersimpan pada registry, juga posisi head hardisk berada di tengah2 silinder hardisk, sehingga pada saat dihidupkan kembali head komputer dapat merusak silinder hardisk sehingga terjadi Bad sector hardisk, lama kelamaan akan menyebabkan hardisk rusak.

 Itulah sebabnya mengapa pada saat proses shutdown komputer lama untuk mati.
Oleh sebab itu hendaknya jika mematikan komputer harus melakukan proses shutdown
bila kita tidak ingin ada masalah kerusakan pada system komputer kita baik softwarenya maupun hardwarenya.

Biasanya di dalam sistem operasi windows, disediakan 3 pilihan untuk menentukan keadaan komputer (computer state), yaitu :

1. STANDBY
2. SHUTDOWN
3. HIBERNATE


Hanya saja tidak semua orang tahu keadaan apa yang terjadi pada komputer ketika kita memilih salah satu dari tiga pilihan diatas. Berikut akan dijelaskan PERBEDAAN antara ke-tiga pilihan diatas :

1. STANDBY

Ketika kita memilih MENU ini, WINDOWS akan membuat keadaan komputer dalam keadaan HEMAT ENERGI. Hemat energi disini maksudnya adalah, KOMPUTER dinyalakan dengan menggunakan LISTRIK SEMINIM MUNGKIN. Hal yang biasa terjadi ketika komputer dalam keadaan STANDBY adalah monitor dalam keadaan mati ( tidak menampilkan gambar ). Pada keadaan STANDBY, komputer menunggu respon dari USER agar kembali seperti semula atau kembali ke keadaan NORMAL. Responnya diantara lain adalah gerakan MOUSE dan AKSES KEYBOARD ( kita menekan tombol di keyboard ).

2. SHUTDOWN

Pilihan SHUTDOWN sepertinya semua orang sudah tau fungsi dan apa yang terjadi pada komputer ketika kita memilih pilihan ini. Komputer akan mati ( off ) ketika kita memilih SHUTDOWN. SEMUA memory volatile akan hilang karena tidak ada listrik yang menyala ( contohnya RAM ).

3. HIBERNATE

Pilihan HIBERNATE membuat komputer mati ( off ) seperti pada pilihan SHUTDOWN. Namun ada yang berbeda dalam pilihan ini, yaitu sebelum komputer dalam keadaan off, memori-memori yang ada di RAM ( VOLATILE MEMORY ), di copy semua ke dalam HARDISK ( NON-VOLATILE MEMORY ). Maksud dari pernyataan ini adalah semua aktifitas kita ( memori-memori aplikasi yang sedang kita buka, seperti word dll ) akan disimpan dalam HARDISK. Dan ketika kita nyalakan kembali KOMPUTER kita, RAM akan meminta kepada HARDISK memori-memori yang tadi tersimpan, sehingga nantinya booting akan lebih cepat karena RAM sudah memiliki memori yang dibutuhkan untuk masuk ke WINDOWS. Juga aplikasi-aplikasi yang tadi kita gunakan ( sebelum di-HIBERNATE ) akan langsung terbuka begitu masuk ke WINDOWS.

ada ga pengaruhnya kalo ane tuh sering meng-hibernate kan si Laptop?
soalnya ane pengen cepet pas dibuka lagi...
gitu...

gimana???


beban harddisk jadi lebih berat, karena setiap menghibernate = mengcopy seluruh isi RAM,
saat menghidupkan komputer = membaca seluruh file system hibernatenya (hiberfil.sys). tapi klo dicoba terus2san PCnya bisa jadi tambah lambat. efeknya mungkin ke kinerja HD. mungkin jadi lebih banyak file ter fragmentasi...
hibernate makan kapasitas harddisk sebesar 1 GB, kalau fungsi hibernate dimatiin, balik lagi deh tuh 1 gb. ane taunya sejak pake tune up utilities.
      Hibernate makan tempat harddisk sesuai kapasitas RAM kita, jadi kalau RAM kita 2 GB bakalan nyedot juga 2 GB... File system hibernate kalau di winxp, biasanya ada di C:\hiberfil.sys gampangnya komputer stand by / hibernate sebenernya mati, cuma data2 nya disimpan dalam RAM.
       Jadi semua aktifitas kayak download juga akan berhenti Standby sama hibernate itu dua hal yang berbeda..., kalau standby datanya nggak di simpan dalam harddisk, jadi tetep aja kalau listrik mati gak balik ke semula karena masih dalam RAM (sifatnya Volatile). Kalau hibernate baru data yang ada di RAM disimpan dalam HD yang sifatnya (non-volatile) jadi sifatnya permanen gak tergantung listrik yang mengalirinya.





 kaskus.us

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar